caDOKGi

Catatan Calon Dokter Gigi Stressss..!

selfnote!

terkadang saya berpikir “kenapa saya begini” “kenapa saya begitu”

“kurang ini” “kurang itu”

Selalu tidak pernah merasa puas terhadap diri saya sendiri.

Selalu ingin lebih. bermimpi terlalu jauh. sehingga terkadang lupa daratan, dan begitu saya sadar…

BRAAAKKK..

sakit nya terjatuh dari mimpi itu tidak terkira rasanya.

Bukan berarti kita tidak boleh bermimpi, tapi saya menyarankan untuk diri saya sendiri, mimpi tanpa kerja keras itu nonsense..

dan tentu saja ada beberapa hal yang lebih baik tidak kita miliki, walaupun seberapapun keinginan kita untuk menggapainya.

Ini bukan lagi soal menunggu, tapi soal bagaimana kita melepaskan masalalu, dan memaafkan diri kita sendiri.

Untuk semua kekurangan kita, dan kesalahan yang mungkin kita perbuat.

Ya, tidak perlu lah untuk sibuk berusaha memaafkan orang lain, atau ingin dimaafkan untuk sebuah kesalahan, belajar dulu bagaimana memaafkan diri kita sendiri untuk semua kekurangan kita. Dengan begitu baru kita bisa belajar bersyukur akan apa yang kita miliki.

Beberapa waktu belakangan ini saya seperti orang yang kehilangan arah, tanpa tujuan dan tanpa pegangan. Saya hanya melangkah kemana kaki saya membawa badan ini. Kosong.

Semua yang saya kerjakan tidak maksimal dan gagal.

Tapi sekarang saya tidak ingin lagi seperti itu. seseorang pernah mengatakn kepada saya,

“jangan takut melakukan apa yang kamu lakukan, walaupun itu hanya satu hal, tapi kalo kamu fokus dalam bidang itu, niscaya akan mendatangkan banyak hal untuk mu”

ya, saya tahu apa yang harus saya lakukan, yaitu menjadi seorang dokter gigi. ini baru langkah pertama, selanjutnya saya ingin menjadi seorang spesialis, entah apa itu nantinya. Tapi saya mulai untuk mematok cita-cita yang harus saya gapai. Tidak lagi bermimpi palsu.

Dan soal pikiran saya tentang fotografi. Saya akan menetapkanya sebatas hobi saja. tanpa ada keharusan untuk melakukannya, dan hanya melakukannya untuk menghibur diri. Sebatas itu.

Fokus! ssaya ingin menjadi dokter gigi, yang terbaik, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik. Tuhan telah menunjukan jalannya pada saya, saya hanya tidak menyadarinya. Bahwa setiap perkenalan yang saya lakukan dengan orang lain, dan ketika hal itu berlanjut dengan saling bertukar kartu nama, dengan janji dia untuk menjadi pasien saya, dan janji saya untuk merawat giginya, itu cara tuhan untuk memastikan saya aman tetap berada di jalan ini. Seprti kata dokter spesialis ortho saya tadi siang :

“Kenapa dokter memilih sp ortho dari sekian banyak sp yang ada?”

“hhmm,, awalnya dulu pas tamat kuliah, saya gak ada pikiran untuk kuliah lagi, gile aje! males banget gitu kan mesti kuliah lagi?? Tapi, lama kelamaan, setahun dua tahun saya praktek, pasien saya banyak yang menanyakan soal bracket dan yang hanya saya lakukan merujuk mereka sajaa. Lalu pada akhirnya saya berpikir kenapa gak mencari kuliah sp ortho saja? Dan disinilah saya sekarang.”

Yap. dia membaca tanda-tanda yang diberikan. Dan berada di kesuksesan sekarang. Seandainya dokter itu tidak mengambil kuliah spesialis lagi, mungkin dia tidak akan sesukses ini, mungkin, dia tidak akan bertemu dengan saya hari ini dan memberikan saya sebuah jawaban akan kebimbangan saya.

Kebetulan?? tentu tidak, saya lebih percaya kalo itu adalah takdir. :)

————

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: