caDOKGi

Catatan Calon Dokter Gigi Stressss..!

Monthly Archives: November 2011

the three muskeeters and one….

kami semua di uji, ditekan sampai tak satupun bisa bernafas. Ya masing-masing dari kami membawa beban hidupnya masing-masing.

———

Yang seorang, ibu rumah tangga, dengan dua anak bandel yang kadang susah diurus, dengan pekerjaan yang mengharuskannya terkadang pergi keluarkota untuk sesuap nasi anaknya. dan ketika pulang kembali menjadi ibu rumahtangga seakan melupakan tugas dan pekerjaannya diluar. Dia sering terlihat lelah, tak jarang mengeluh. Dan tak berhenti berdoa, untuk dirinya, anaknya, suaminya. dia. penopang jiwa kami.

———

yang seorang, ayah atau bapak kami menyebutnya. pekerja keras. walaupun terkadang pendiam. hasil dari jerih payahnya tidak berdasarkan seberapa banyak dia berbicara, tapi dia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan semua keluarga. Dia yang bertahan, bahkan ketika kami semua mulai kehilangan arah, mungkin karena tugas dan kewajiban sebagai kepala keluarga, sebagai pengarah. bekerja sepanjang hari, dan ketika pulang masih harus mengurusi orang tua yang masih menjadi tanggung jwabnya.

“membayar hutang” batinnya.

tapi pasti lebih dari itu, karena sudah sewajarnya seorang anak membalas budi orangtuanya, kan??

dia seorang bapak. yang tanpa mengeluh, walaupun kami tahu dia lelah, selalu ada ketika kami butuh. tidak kurang tidak lebih.

————

yang seorang, anak tertua. manja. tapi hatinya lebih keras dari baja. didikan lingkungan mungkin, pengalaman hidup yang membawanya kepuncak dari karirnya. nanti. walaupun kami tahu sekarang dia sedang tertatih, tapi nanti, dia lah yang paling bersinar. karena memang garis hidupnya. terkadang terlihat kehilangan kepercayaan, tapi dia selalu punya ibu yang siap membimbingnya. membantunya. mencemaskannya. walaupun terkadang dia tak peduli. :)) tapi dalam hati kecilnya lebih dari itu. dia hanya ingin diberi kebebasan. tanpa kehilangan rasa sayang. tapi, yang dia tidak tahu, terkadang kebebasan bisa menghancurkan. maka itu dibuat aturan.

———–

terakhir, anak terkecil. salamnya untuk mereka. 3 orang diatas. nanti. ketika kata tak lagi bisa terucap. dan hanya tulisan yang bisa menyampaikan semuanya.

bukannya dia pendiam. atau keras kepala. tapi hanya lelah dengan hidupnya sendiri. tak ingin mereka khawatir. tapi percayalah kalau dia peduli.  sedang berjuang, untuk hidupnya, dan untuk masa depan. berusaha untuk selalu optimis walaupun terkadang hidup membuatnya pesimis. yang penting sudah berusaha. dan semua akan baik-baik saja. :)