caDOKGi

Catatan Calon Dokter Gigi Stressss..!

Kacau galau = stress = makan

Lagi di warung nasi goreng terdekat. Menenangkan pikiran. Dengan mengisi perut sampai penuh.

——

fakta bahwa program diet ketat saya gagal malam ini, tidak serta merta karena kegagalan menahan nafsu makan. Tapi tak lain dan tak bukan karena saya lagi stress!

Hey bung, hidup bukannya tanpa masalah! Tapi terkadang kita tidak cukup dewasa untuk menghadapi semua masalah yang ditimpakan pada kita. Dan kita semua pasti pernah berlari dari masalah, dan inilah pelarian saya. Makan banyak.

Biarlah malam ini berat badan saya bertambah beberapa kilo, asal berat pikiran saya bisa berkurang oleh perut yang kepenuhan.

——

jujur aja, kadang saya ingin pergi dari rumah. Oke ini masalah cukup pribadi. Masalah keluarga. Terkadang saya merasa kurang nyaman untuk berada dirumah dan merasa cukup bersalah apabila membiarkan orang tua saya mengurusi pekerjaan rumah seorang diri. Saya ingin membantu. Sungguh. Tapi keadaan dan kondisinya benar-benar sering merusak mood baik saya untuk membantu.

Semua bisikan2 kecil antara orang tua saya, yang terkadang sering saya dengar tentang ini,itu, apalagi tentang saya. Dan kenapa saya harus dengar!!?? Saya tidak ingin mendengarnya! Ya, prinsip lebih baik tidak tahu ketimbang mengetahui faktanya bermain disini.

Semua erangan sakit dan teriakan-teriakan kakek yang sering di abaikan oleh keluarga yang lain. Termasuk saya. Membuat saya bingung. Apa yang harus saya lakukan!? Stuck! Otak saya mandek dan tidak mau berpikir. Karena meski sya merasa kadang2 tahu apa yang harus dilakukan, tapi badan saya menolak untuk bergerak.

Hufth!! Berikan saya waktu untuk berpiikir sejenak. Merangkai semua kenyataan. Sambil menikmati nasi goreng ini. Karena seandainya saya nakal, saya sudah mencari pelarian lain. Ke klub malam mungkin, ato minum2 bersama teman. Ahh untungnya saya tidak seperti itu, cukup makan yang banyak. Dan sya akan baik2 saja.

Semoga.

Posted by Wordmobi

daily activity!

Bangun di pagi hari dan menerobos dinginnya embun yang masih membayang. Disaat jalanan sepi dan orang-orang baru mandi. Saya memacu motor untuk datang lebih pagi. Demi kelancaran hari ini, menjemput pasien yang jarak rumahnya saja hampir 10 kilo, dari rumah saya – rumah dia – kampus.

——-

Belakangan, daerah tempat saya tinggal mengalami penurunan suhu yang nyaris drastis. Pagi dingin nya minta ampun, tidak hanya bikin menggigil, tapi juga menggigit! Siang panas nya luar biasa, menyengat! dan malam kembali dingin.

Itu sudah saya buktikan. Sungguh! karena sudah dua hari ini saya bangun pagi dan menerobos udara dingin itu. Kulit tak lagi memberikan respon menggigil seperti layaknya jika terpapar dingin, tapi menjerit sakit, nyeri, perih, menusuk. Terutama  jika diterobos dalam kecepatan tinggi.

Beginilah nasibnya jadi seorang cadokgi. Terkadang kita harus rela bangun pagi untuk menjemput pasien yang nantinya akan menjadi sarana kelulusan kita. Tidak seperti co-ass kedokteran kampus sebelah yang tinggal menunggu pasien datang itu. Terkadang, jika harus, saling membunuh antar teman pun bisa terjadi, demi mendapat pasien. (membunuh dalam artian yang tidak sebenarnya).

Karena itu, dikampus kami, pasien bak raja. diantar dijemput, dibelikan ini-itu, dan terkadang (kebanyakan) dibayar! Ya, apapun demi pasien itu mau dirawat sampai tuntas oleh dokter gigi setengah matang seperti kami.

Well, need to sleep early now.. Ada pasien yang mesti dijemput besok pagi.. :))

pelajaran hari ini untuk esok dan seterusnya.

keras kepala, sombong, dan egois.

Terkadang merasa diatas angin, merasa hebat, meremahkan segalanya.

Saya yang paling hebat, kamu? ahh bukan apa-apa..

———–

Saya tidak akan malu untuk mengakui disini kalau semua hal diatas ada pada diri saya. Terutama di bagian meremehkan segalanya. Saya sering seperti itu. Terlalu menggampangkan semua hal, menganggap remeh, merasa hebat padahal belum ada apa-apanya.

Hasilnya?

Saya dijatuhkan secara tidak hormat. Harga diri yang sudah terlanjur tinggi di hempaskan jauh kebawah. Karena sikap buruk saya. Karena kesombongan saya.

Seandainya saja saya lebih rendah diri. Tidak terlalu menganggap tinggi diri sendiri,  banyak hal kok yang bisa kita dapatkan. Dengan kerendahan hati itu orang akan lebih senang untuk membagikan ilmunya kepada kita. dan tidak sombong tentunya setelah mendapatkan ilmu itu.

Satu contoh saja :

Ketika saya melihat teman lain scalling, saya dengan sombongnya menggurui mereka, memberi tahu ini memberi tahu itu, membantu mereka mengerti apa yang dikatakan si pengajar yang notabene nya orang asing itu. Wow, merasa hebat merasa bisa, sombong, berpikir bisa mengerjakan lebih baik lebih cepat.

dan begitu bagian saya yang scalling, baru setengah jalan si pengajar sudah mengambil alih pasien tersebut, karena dengan suksesnya saya melukai mulut pasien sampai berdarah. :(

Oke, itu satu contoh buruk, tapi sudah lumayan mewakili semua cerita ini.

Seandainya saja saya lebih rendah hati. Ah, masa lalu sudah berlalu. Terkadang kita melakukan kesalahan kan? tak ada manusia yang sempurna. Maka dari itu saya tuliskan kesalahan saya hari ini, agar tidak saya ulangi lagi di kemudian hari. semoga. Soalnya saya suka lupa sih :))

Jadi, bagaimana caranya menjadi lebih rendah hati? *melirik ke atas*

——

mungkin diawali dengan satu langkah penting : “mau mengakui kesalahan sendiri” *gak sombong* *ini serius*

 

 

wise words come from heaven

diambil dengan tanpa bilang-bilang dulu sama yang punya blog. :ngikik:

gapapalah, tapi tulisan ini bener-bener menginspirasi hidup saya.

Tanpa mengurangi rasa hormat untuk postingan kamu. Saya pajang di blog saya ya ! :)

————————

AKU : mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

 

AKU : kalau begitu, mengapa saya-manusia-jarang merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.

Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu jarang merasa senang.

 

AKU : tapi bagaimana mungkin saya tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian?!

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

 

AKU : tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

 

AKU : jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.

Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita (karena penderitaan itu pilihan). Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

 

AKU : maksudnya, pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

 

AKU : lalu, kenapa saya harus melalui semua ujian itu? Kenapa saya tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

 

AKU : sejujurnya ditengah segala persoalan ini, saya tidak tau kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam!

Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga.

Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

 

AKU : kadang, ketidakberhasilan membuat saya menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.

Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

 

AKU : di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.

Selalu hitung yang harus kamu syukuri, jangan hitung apa yang belum kamu peroleh.

 

AKU : apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.

 

AKU: kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu.

Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

 

AKU : bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

 

AKU : seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab.

Ingat! Selalu ada 3 kemungkinan jawaban dari setiap doa : iya, belum saatnya, kamu berhak mendapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang kamu inginkan.

another story of life

kita berlari..

kita berjuang..

terkadang hingga nafas terhenti.. Lalu kita dijatuhkan..

Bangkit dan berdiri.. berlari kembali..

Hingga sampai nanti, dapatkan apa yang kita inginkan.

——–

Tidak ada yang mudah untuk menjalani sebuah kehidupan juga tidak sesulit yang kita bayangkan. Pikiran, adalah musuh terbesar kita untuk menghadapi hari esok. Pikiran juga lah yang menghasut sang hati untuk selalu cemas akan hari esok yang mungkin akan kelabu. Pikiran, yang juga memiliki nama lain logika.

Tapi setelah hari esok datang, kita tahu kalau semua baik-baik saja. Hey, mata saya masih dua, tangan masih dua, kaki dua, dan tidak kekurangan suatu apapun. Apa yang kita cemaskan kemarin hilang. Menjadi abu, menempatkan dirinya dengan baik di balik kata lupa.

Terkadang kita mendapatkan Zonk nya, hari terburuk dari yang terburuk. Kita dihina, dicaci, dijatuhkan bahkan disuruh merangkak lagi dari awal. Hati kita berontak ingin melawan, tapi apa daya tangan tak cukup untuk memeluk gunung, kecuali milik kaum hawa. :)

Nafas yang terpacu, darah yang mengalir deras dalam pembuluh darah kita, yang meningkat seiring datangnya tekanan. Cairan ajaib yang membuat kita tidak takut, berani nekat disaat yang tidak tepat, ya Adrenalin namanya. Membantu kita melompat, lebih tinggi, menantang bahaya, maut sekalipun. Tapi tidak Sang Pencipta.

Disaat terakhir, apa yang kita harapkan? yang kita dapatkan tapi tidak pernah kita impikan, yang kita inginkan tapi selalu hanya menjadi angan-angan. tapi kita tetap, baik-baik saja. tidak kurang tidak lebih. Sendiri atau bersama.

Bersyukurlah akan apa yang telah kau miliki, karena yang kamu miliki saat ini, lebih baik keadaannya dari pada tidak ada sama sekali. :)

 

pengakuan

oke ini pengakuan saya.

Kenyataan yang hanya bisa saya utarakan disini.

walaupun diluar sana mulut saya mengucap lain. Tapi inilah kenyataannya.

——————-

Mungkin aku selalu bilang sudah bisa melupakan kamu.

tapi entah kenapa, sampai saat ini menatap matamu pun aku masih ragu.

Takut, perasaan yang sama muncul lagi dan menyakiti lagi.

Masih cinta? Sejujurnya? entahlah. bisa iya bisa tidak.

Apa yang membuat saya tertarik padamu? Oke mari kita lihat lebih jauh.

Kamu pintar, kamu cantik, dan memiliki segalanya dalam hidupmu.

ya, jika cinta dikatakan hanya sebatas pandangan mata, kamu termasuk kategori ini.

Tapi beberapa bulan yang telah berlalu, semua nya berubah dari hanya sebatas pandangansemata.

Kita menjadi lebih dekat, dan aku yang salah menafsirkan kebaikanmu. maafkan aku untuk ini.

Aku melihat pertandanya, dan aku lah yang seharusnya mengerti untuk perlahan-lahan menjauh.

Tapi hati berkata lain, logika yang terbentang kokoh tak mampu lagi membendung perasaan.

buta lagi karena cinta. ya lagi dan lagi.

Terjerumus oleh sebuah nasihat, ramalan awalnya, yang belakangan aku tahu, menjerumuskanku kejurang sakit hati.

Olehmu.

Bahkan sampai detik ini, salah satu alasan aku tidak berbicara denganmu, ato lebih tepatnya enggan berbicara dengan mu,

karena aku takut perasaan itu kembali.

Aku marah? yaa.. karena aku bukan orang yang kau pilih.

Aku kecewa? tentu saja. Tapi salah rasanya bila aku melampiaskannya padamu.

terutama, karena ini bukan salahmu. Tapi aku, yang salah memposisikan diriku.

aku yang terlalu marah, dengan diriku sendiri, dengan diriku sendiri, yang penuh dengan kekurangan ini

sehingga kau bahkan tak memilih ku diakhir semua nya.

aku ingin tertawa rasanya mengingat lagi semua ini dan menuliskannya.

Jujur saja, kamuflase yang kubuat didepan teman-teman bahwa aku sekarang dekat si A dan si B.

hanya untuk mengelabui diriku sendiri, bahwa perasaan untukmu itu masih ada.

Bahkan sejak pertama kali kita bertemu. perasaan yang sama.

Heyyy..bagaimana caraku untuk keluar dari kemelut ini?

agar aku tidak lagi membencimu karena alasan yang salah,

agar aku memaafkan diri dan tidak terbelit lagi dengan mu.

Pergi yang jauh?? tidak mungkin tentusaja, karena nasib membuat kita selalu berdekatan.

apa yang harus kulakukan? :)))

pertanyaan yang sebenernya jawaban nya sudah aku ketahui. Tapi menolak untuk kuterima.

Hahhhh…

mungkin hanya dengan tulisan ini, aku berharap bisa mengunci semuanya. Semacam pengakuan yang kubuat untukmu. dan untuk ku. meletakkan akhir dari semuanya. aku harap.

karena aku tak ingin membenci diriku lagi, karena semua kekurangannku ini. :)

yap. selamat tinggal masa laluku. :)

selfnote!

terkadang saya berpikir “kenapa saya begini” “kenapa saya begitu”

“kurang ini” “kurang itu”

Selalu tidak pernah merasa puas terhadap diri saya sendiri.

Selalu ingin lebih. bermimpi terlalu jauh. sehingga terkadang lupa daratan, dan begitu saya sadar…

BRAAAKKK..

sakit nya terjatuh dari mimpi itu tidak terkira rasanya.

Bukan berarti kita tidak boleh bermimpi, tapi saya menyarankan untuk diri saya sendiri, mimpi tanpa kerja keras itu nonsense..

dan tentu saja ada beberapa hal yang lebih baik tidak kita miliki, walaupun seberapapun keinginan kita untuk menggapainya.

Ini bukan lagi soal menunggu, tapi soal bagaimana kita melepaskan masalalu, dan memaafkan diri kita sendiri.

Untuk semua kekurangan kita, dan kesalahan yang mungkin kita perbuat.

Ya, tidak perlu lah untuk sibuk berusaha memaafkan orang lain, atau ingin dimaafkan untuk sebuah kesalahan, belajar dulu bagaimana memaafkan diri kita sendiri untuk semua kekurangan kita. Dengan begitu baru kita bisa belajar bersyukur akan apa yang kita miliki.

Beberapa waktu belakangan ini saya seperti orang yang kehilangan arah, tanpa tujuan dan tanpa pegangan. Saya hanya melangkah kemana kaki saya membawa badan ini. Kosong.

Semua yang saya kerjakan tidak maksimal dan gagal.

Tapi sekarang saya tidak ingin lagi seperti itu. seseorang pernah mengatakn kepada saya,

“jangan takut melakukan apa yang kamu lakukan, walaupun itu hanya satu hal, tapi kalo kamu fokus dalam bidang itu, niscaya akan mendatangkan banyak hal untuk mu”

ya, saya tahu apa yang harus saya lakukan, yaitu menjadi seorang dokter gigi. ini baru langkah pertama, selanjutnya saya ingin menjadi seorang spesialis, entah apa itu nantinya. Tapi saya mulai untuk mematok cita-cita yang harus saya gapai. Tidak lagi bermimpi palsu.

Dan soal pikiran saya tentang fotografi. Saya akan menetapkanya sebatas hobi saja. tanpa ada keharusan untuk melakukannya, dan hanya melakukannya untuk menghibur diri. Sebatas itu.

Fokus! ssaya ingin menjadi dokter gigi, yang terbaik, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik. Tuhan telah menunjukan jalannya pada saya, saya hanya tidak menyadarinya. Bahwa setiap perkenalan yang saya lakukan dengan orang lain, dan ketika hal itu berlanjut dengan saling bertukar kartu nama, dengan janji dia untuk menjadi pasien saya, dan janji saya untuk merawat giginya, itu cara tuhan untuk memastikan saya aman tetap berada di jalan ini. Seprti kata dokter spesialis ortho saya tadi siang :

“Kenapa dokter memilih sp ortho dari sekian banyak sp yang ada?”

“hhmm,, awalnya dulu pas tamat kuliah, saya gak ada pikiran untuk kuliah lagi, gile aje! males banget gitu kan mesti kuliah lagi?? Tapi, lama kelamaan, setahun dua tahun saya praktek, pasien saya banyak yang menanyakan soal bracket dan yang hanya saya lakukan merujuk mereka sajaa. Lalu pada akhirnya saya berpikir kenapa gak mencari kuliah sp ortho saja? Dan disinilah saya sekarang.”

Yap. dia membaca tanda-tanda yang diberikan. Dan berada di kesuksesan sekarang. Seandainya dokter itu tidak mengambil kuliah spesialis lagi, mungkin dia tidak akan sesukses ini, mungkin, dia tidak akan bertemu dengan saya hari ini dan memberikan saya sebuah jawaban akan kebimbangan saya.

Kebetulan?? tentu tidak, saya lebih percaya kalo itu adalah takdir. :)

————

to : delima ku..

Yap sepertinya ini adalah perpisahan..

untuk kamu si delima ribu..

yang baru saya dapatkan di akhir taun lalu.

Bukan saya bosen dengan kamu, tapi…

saya ingin memaksimalkan fokus saya, untuk menjadi dkter gigi terlebih dahulu.

maaf ya…

Nanti saat saya ada waktu luang yang banyak dan tidak sibuk, janji, kita akan jalajalan lagi

dan memotret dengan hati riang..

hahaha.. T.T

maaf ya… kadang-kadang saya suka tidak peduli..

sekarang kamu tidur yang nyenyak dulu ya.. sampai nanti saya bangunkan lagi untuk bertualang bersama.

janji.

things to remember!

Jalani prosesnya.

nikmati semuanya.

Kegagalan dan kesalahan sering terjadi.

Tetap berusaha dan berdoa.

gagal. coba lagi.

Asal jangan berhenti dan tidak melakukan apa-apa sama sekali.

itu yang berbahaya.

DUIT!

saya baru merasakan apa arti duit buat saya, yang notabenenya anak kedokteran gigi.

Saya baru mengerti kenapa biaya ke dokter gigi itu mahal.

Karena ilmu itu mahal sodara-sodara! ya, ilmu kedokteran gigi itu mahal! (beserta tetek bengeknya)

————–

Coba tengok tetangga sebelah, si dokter umum(bukan spesialis lo ya) . Sekali dateng pasien bayar 20-50 ribu. Nah dokter gigi? Sekali dateng pasien minimal 100ribu, maksimal nya bisa jutaan.

Mau tahu alasannya???

Pasien yang kita datangkan untuk praktikum? ya kita bayar sendiri. Satu pasien bisa sampai 500ribu lebih (ditotal semua dari perawatan sampe ongkos ini itu). Coba itu dihitung kalo target pasiennya bisa lebih dari 20 orang aja…

Alat dan bahan yang kita gunakan, ini saya tidak tahu apa sama di semua tempat kuliah, yang pasti di tempat saya, setelah segala biaya praktikum yang kami bayar dan tetek bengeknya, masih juga di haruskan membayar bahan-bahan yang kami gunakan di klinik. sekali pasien masuk bisa 50 ribu itu habis, dikali berapa kali pasien yang kita masukan.

dan alat-alat seperti dental chair dan lain sebagainya itu saat kita akan buka praktek, bila di total, 100juta lebih kawan!

wew.

————–

*Hipnotis diri sendiri* Ini adalah investasi! Investasi! Nanti pasti balik modal kok!