caDOKGi

Catatan Calon Dokter Gigi Stressss..!

Monthly Archives: October 2011

sedang mengejar mimpi…

Cerita ini dimulai dari perjalanan-perjalanan kecil yang sering saya adakan bersama teman-teman dulu. berpetualang ketempat pedalaman. dan mengambil gambar. entah bernarsis ria. ato saling narsis-narsisan.

dan entah sudah berapa lama waktu yang berlalu sejak saat itu, mimpi tentang sesosok pria yang memegang sebuah kamera besar ditangannya, bermain dengan cahaya, dan bekejaran dengan moment sudah mulai terukir di benak saya.

———-

kata orang, untuk hidup lama dan bahagia maka yang harus kita lakukan adalah mencintai pekerjaan yang kita lakukan dan mengerjakannya dengan penuh senyum.

kata tante evy, dalam usia muda kita harus berani keluar dari zona nyamannya hidup. Meski lelah dan tidak mengenakkan, masalah adalah guru yang terbaik yang pernah kita miliki.

dan saya, yang saat ini sedang mulai sibuk-sibuknya mengejar target pasien di klinik, terlebih lagi di klinik yang katanya nerakanya fkg, pedodonsia, berusaha untuk keluar dari zona nyamannya hidup.

saya sedang mengejar sebuah bayangan, angan-angan, mimpi yang sepertinya susah untuk menjadi nyata, tapi tak ada yang tak nyata dengan niat yang keras kan?? karena itu saya berani mengambil pekerjaan-pekerjaan ini. mengisi waktu kosong dan memanfaatkannya untuk belajar menjadi seorang fotografer profesional yang karyanya diminati oleh jutaan orang di seluruh dunia. *disiram air* *bangun nak!* :))

dan untuk itu, tulisan ini saya buat.

yang pertama untuk nanti, jikalau suatu saat saya ingin mengenang kapan pertama kalinya niatan ini dipublikasikan.

lalu sebagai pengingat ketika tujuan hidup saya mulai berubah dan tak menentu arah, saya membuat reminder ini, bahwa tujuan utama saya adalah menjadi seorang  dentist spesialis dan part time profesional fotografer. bukan sebaliknya.

dan terakhir, first launching :

Advertisements

it was….

you know, hidup itu gak selalu indah. Terkadang kita harus berani merasakan kepahitannya terlebih dahulu sebelum bisa bebas tersenyum.

————–

cerita ini bukan tentang sakit hatinya cinta atau apapun tentang itu, tapi hanya ingin membagi sebuah kenangan dimana tangan tuhan bermain didalamnya.

untuk sebuah kenangan…… *angkat gelas*

————-

Saat itu, jalanan orchard road baru saja habis diguyur hujan. Saya dan beberapa orang teman sedang menjelajahi dunia malamnya dari negeri singa. Negeri kecil dengan luas yang bahkan tidak lebih besar dari pulau tempat saya tinggal. Negeri dengan penduduk yang lebih sedikit dan lebih teratur dengan kota-kota bawah tanahnya dan tentu, dendanyaa..

Lampu-lampu natal malam itu benar-benar menambah keindahan orchard. Banyak pohon-pohon cemara besar berkelap-kerlip di sepanjang jalan. hiasan-hiasan santa, lengkap dengan kereta dan kijang penariknya.

dan saat itu, pertama kalinya pikiran saya benar-benar terbebas dari kamu.. :)

Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan ini, berjalan disini, bertemu teman lama, teman baik saya waktu jaman sekolah dulu, dan saat itu hampir setahun rasanya saya masih berada dalam bayangan mu.

Mereka menganggap saya beruntung, teman-teman, orang tua, dan lainnya. Tapi mungkin saat itu hanya saya dan tuhan yang tahu, apa yang telah dan sedang saya alami saat itu. Berusaha mati-matian melupakan, terlebih menahan malu dari kebodohan yang sudah saya lakukan.

Ya, saya tahu kenyataan nya saat itu. Tapi entah kenapa saya tidak berhenti saat kamu menyuruh saya berhenti. malah terus berjalan dan berlari untuk mendapatkanmu.

I’m pathetic? yes…may be… Tapi saya tidak pernah menyesalinya, karena saya sudah berusaha maksimal, sebisa saya. Dan walaupun pada akhirnya sangat menyakitkan, Tapi saya bangga. saya bahagia. untuk diri saya yang tidak lagi menyembunyikan diri kalo saya menyukai seseorang.

Mengingat petuah nya steve jobs, tentang “connecting the dots”, Saya pikir saya sangat paham akan hal ini. Karena melihat kembali ke masa lalu, dan saya benar-benar tidak menyesal akan sakit yang pernah saya rasakan. dan memang benar, guru terbaik dari seorang manusia adalah rasa sakit yang dialaminya.

Mungkin, jika kamu tidak menolak saya berkali-kali saat itu, dan tidak sedikit saja memberikan kesempatan kepada saya saat itu saya tidak akan punya semua ini, kesempatan untuk melakukan apa yang saya inginkan apa yang saya cintai. Dan bahkan saya tidak akan pernah bermimpi, karena mimpi saya hanya akan dipenuhi oleh kamu.

Tuhan tahu itu, kalau saya belum siap. Dia tahu, kalo saya lebih bahagia pada akhirnya kalo kita tidak bersama. Dan saya bahagia sekarang. :)

Mimpi saya saat ini? untuk menjadi seseorang yang full time dentist dan part time fotografer.

————-

“Hoii..ngelamun aja..”

teman lama saya membuyarkan lamunan saya, saat itu kita sedang di MCD, mengisi perut dengan burger super gede dan daging yang lebih berasa enaknya ketimbang di indo.

“hahaha..gak kok, lagi ngeliatin orang lewat” saya membalas sambil asik mengunyah.

“kamu baik aja kan? dia bertanya, tampak sedikit khawatir.

“Tentuuuu!” saya menjawab diikuti dengan senyum terlebar saya. dari hati. :)

 

00.00 waktu singapore, dan tawa yang pecah malam itu untuk kita, 3orang yang baru saja melihat dunia luar, dan kamu teman baik saaya.